Hati-hati… Nabi Palsu..!!!


وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6) وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (7) يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

6. Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad.” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”
7. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
8. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”.

Banyaknya fenomena nabi palsu semakin meresahkan, bagaimana tidak, seseorang yang mengaku nabi adalah sesat dan menyesatkan.

menyangkut persoalan “SESAT” mari kita bahas apa arti sesat yg sesungguhnya…

SESAT adalah kata yang setiap orang bisa menggunakannya untuk menilai keyakinan lawannya, tapi karena disini menyangkut masalah agama, mari kita bahas kata sesat menurut kacamata agama.

Pertama, melihat ayat di atas “Dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad”. jelas ini adalah sabda Nabi ‘Isa putra Maryam.

Ahmad (احمد ) bukan berarti Nabi yang datang setelah Nabi ‘Isa harus bernama Ahmad sehingga banyak orang berlomba mengaku jadi Nabi karena namanya Ahmad.

احمد adalah bentuk isim fa’il (subyek) wazan اَفْعَلٌ dari fi’il madli حَمِدَ yang artinya orang yg memuji.
atau bentuk fi’il madi wazan اَفْعَلَ yang berarti orang yg memuji.

sedangkan محمد adalah bentuk isim maf’ul (objek) dari احمد yang berarti orang yang dipuji atau terpuji.

nah sifat2 diatas hanya ada di Rasulullah SAW. karena beliau orang yg paling banyak memuji Allah SWT. dan tentu beliau adalah orang yg terpuji.
jadi maksud ayat diatas adalah Rasulullah SAW.

Dan yg harus kita yakini seyakin2nya adalah
bahwa tidak akan ada nabi yg diutus ke muka bumi setelah Rasulullah SAW.

jadi kalau ada yng mengaku bahwa ia di utus menjadi nabi, itu adalah kebohongan yg sangat besar dan sesat juga menyesatkan..!!!!

(ada yg mau nambahin…? saya tunggu…)

By multazamtech Posted in Islami

Catatan Yang Selalu Membuat Bergetar Hatiku dan Tak Bosan Untuk Ku Baca…


Hari itu tanggal 8 Juni tahun 632 M. 

Beliau meminta sebuah bejana berisi air dingin.
Kemudian, meletakkan tangan beliau ke dalam air itu dan mengusapkan air ke wajahnya.
Ada seorang laki-laki anggota keluarga Abu Bakar yang berkunjung dan membawa siwak.
Beliau saw. memandang siwak itu demikian rupa yang menunjukkan bahwa beliau ingin bersiwak.
Maka, Bunda Aisyah melunakkan ujung siwak itu dengan giginya,
dan Rasulullah saw. pun menggosok dan membersihkan gigi beliau
[Ini yang di maksud dalam Hadits bahwa ludah Bunda Aisyah bertemu dengan ludah Rasulullah SAW].

Kemudian Allah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail:
“Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut rohnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut.
Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak izinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku.”

sesudah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah s.w.t. maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badui.

Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah s.a.w. maka ia pun memberi salam,
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar suara orang berseru mengucapkan salam,

“Bolehkah aku masuk?”Tanya si tetamu itu,
ketika puteri Rasulullah,Fatimah az-zahra membuka pintu.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
“maafkanlah,ayahku sedang deman” kata Fatimah.
Pintu di tutup dan beliau kembali menemani ayahnya yang sedang berbaring di pembaringan.
Kemudian malaikat lzrail mengulangi lagi salamnya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah s.a.w

Rasululullah memandang puterinya itu dan bertanya,”siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayah,baru sekali ini saya melihatnya.” tutur Fatimah lembut.
Lalu,Rasulullah menatap wajah puterinya itu dengan padangan yang menggetarkan.
Renungannya cukup sayu seolah-olah bahagian demi bahagian wajah putrinya itu hendak dikenang. Bertanda bahwa beliau akan segera berpisah dengan putri kesayanganya itu.

“Ketahuilah anakku bahwa dialah yang mehapuskan kenikmatan sementara dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.Dialah malaikat maut.”
Kata-kata Rasulullah menyebabkan Fatimah ditimpa kesedihan yang amat sangat.

Ketika Rasullullah s.a.w. mendengar tangisan Fatimah r.a. maka beliau pun berkata:
“Janganlah kamu menangis wahai anakku, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu denganku.” Fatimah-pun tersenyum.

Kemudian Rasulullah s.a.w. pun menjemput malaikat lzrail masuk.
Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap:
“Assalamuaalaikum ya Rasulullah.”

Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab:
“Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang mengunjungiku atau untuk mencabut rohku?”

Maka berkata malaikat lzrail: “Kedatangan saya adalah untuk mengunjungimu dan untuk mencabut rohmu, itupun kalau anda izinkan, kalau anda tidak izinkan maka aku akan kembali.”

Berkata Rasulullah s.a.w.: “Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?”
Berkata lzrail: “Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, semua para malaikat sedang memuliakan dia.”

[Malaikat Jibril adalah salah satu malaikat yang memiliki kedudukan paling utama].”Bolehkah aku minta Jibril untuk turun?” Kata Rasulullah SAW pada Izrail.

Tidak beberapa saat kemudian Jibril a.s. pun turun dan duduk dekat kepala Rasulullah s.a.w.
Melihat kedatangan Jibril a.s.
maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, tahukah engkau bahwa ajalku sudah dekat”

Berkata Jibril a.s.: “Ya aku memang tahu.”
Rasulullah s.a.w. bertanya lagi: “Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah s.w.t.”
Berkata Jibril a.s.: “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti rohmu dilangit. Semua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan Semua bidadari sudah berhias menanti kehadiran rohmu.”

Berkata Rasulullah s.a.w.: “Alhamdulillah, Namun sesungguhnya, bukan itu yang kutanyakan. wahai Jibril, gembirakanlah aku dengan keadaan umatku pada hari Kiamat nanti.”

[Inilah orang yang begitu mulia. Pada saat ajalnya telah menjelang dan diberi kabar gembira tentang kehormatan yang akan diterimanya di langit, justru ia baru akan bisa gembira jika telah mendengar kabar tentang nasib umatnya nanti,betapa besarnya kasih sayang Rasulullah saw. kepada kita]

Kemudian Jibril berkata lembut menghibur dan menenangkan, “Aku beri engkau kabar gembira bahwa Allah Swt. telah berfirman, ‘Sesungguhnya, Aku telah mengharamkan surga bagi semua Nabi sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu. Allah mengharamkan pula surga itu kepada sekalian umat manusia sebelum umatmu terlebih dahulu memasukinya.”

[Betapa ruginya manusia yang dilahirkan sebagai umat Rasulullah SAW namun tidak taat pada risalahnya].

Maka, menarik napas legalah Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Sekarang, barulah senang hatiku dan hilang susahku.” Kemudian, Rasulullah saw. menoleh kepada Malaikat Maut dan bersabda: “Wahai lzrail, dekatlah kamu kepadaku.”

Setelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, ketika roh nya sampai di dada, maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati”
Jibril a.s. memalingkan pandangan dari Rasulullah s.a.w. ketika mendengar kata-kata beliau itu.
Melihat tingkah laku Jibril a.s tersebut .

maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?”
Jibril a.s. berkata: “Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?”

Anas bin Malik r.a. berkata: “Ketika roh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada beliau telah bersabda: “Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu.” Ali r.a. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah s.a.w. berkata: “Umatku, umatku.”

(kutipan dari temen..)

By multazamtech Posted in Islami

Apakah Wajib Mencantumkan Gelar Haji..??


Secara FIQIH Syar’i hukum tersebut tidak ada karena tidak ada dalil yang menguatkannya.
pertanyaan berikutnya
“kenapa di Indonesia pencantuman gelar haji seakan terkesan ‘wajib’?”.

itu karena sudah kebiasaan orang Indonesia dari dulu yang bertujuan menghormati orang yg sudah melaksanakan haji karena dulu orang yg bisa haji dianggap org hebat, sukses, kaya dsb. ini bisa kita maklumi karena jauhnya Indonesia dengan Mekkah dan mahalnya biaya yg hrs dikeluarkan.

“berarti itu termasuk BID’AH ?”
bisa dikatakan begitu. tapi bid’ah tidak selalu identik dengan kesesatan. seperti halnya komputer, handphone dll.

“Lalu kenapa Rasulullah tidak mencantumkan gelar haji didepan nama Beliau ?”
Seperti yg sudah disebut diatas bahwa pencantuman gelar haji adalah budaya Indonesia. dan lagi derajat Rasul lebih tinggi dibanding haji.

By multazamtech Posted in Islami Dengan kaitkata