Hati-Hati..!!! Pemurtadan di Sumedang


Assalamu ‘alaikum………..

Kemarin (Jum’at, 9 April ) saya berkunjung ke Tanjung Sari Sumedang. maksudnya sih untuk silaturrahmi ke saudara di PonPes Miftahul Hasanah Tj Sari. setelah lama Ngobrol ngalor-ngidul saya bertanya tentang sebuah gedung yang berdiri menjulang tinggi yg kebetulan tadi saya lewati.

dan menurut penjelasan dari orang-orang yang saya tanya semuanya mengatakan bahwa itu gedung YADIKA…..!!!!

Untuk kebanyakan masyarakat PURWASUKA (Purwakarta-Subang-Karawang)-Khususnya warga Cikampek- seperti saya, Nama YADIKA mungkin tak asing, selain karena megahnya bangunan juga karena tragedi yang mungkin takkan terlupakan, bahkan Fadli Rahman yang masih hunting di kawasan Cikampek dan sekitarnya, menuliskan dalam laporan bertajuk Gedung Berujung Amuk.

Sedikit artikel yang menceritakan Tragedi Berdarah YADIKA..  saya salin dari Tempointeraktif

……… Seperti diberitakan, pada Jumat (11/6), sekitar pukul 14.30 WIB ribuan massa tergabung dalam Gerakan Muslim Cikampek berunjuk rasa di depan sekolah Yadika, di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Mereka berasal dari FPI Cikampek, Hisbullah, Angkatan Muda Ka’bah, Banser Nahdatul Ulama dan Angkatan Muda Muhamadiyah. Tuntutannya agar pembangunan sekolah dihentikan, karena ijin mendirikan bangunan (IMB) dicabut Bupati Karawang.

Para demonstran lalu menjebol pagar sekolah, membakar tumpukan kayu dan merubuhkan gedung sekolah yang sudah setengah jadi itu. Sebelum berunjuk rasa, mereka istigotsah di depan Kecamatan Cikampek.

Namun sekitar pukul 17.30 WIB, sekitar 30 orang yang diduga “orang bayaran” menyerang para pengunjuk ras yang pulang dari sekolah milik Yadika. “Mereka dicegat, dihantam dengan balok kayu, samurai dan golok saat naik kendaraan motor. Para penyerang itu ada di pinggir jalan sebagai pejalan kaki yang sudah membawa senjata tajam di wilayah Yadika,” tutur Jafar.

Akibatnya, simpatisan Front Pembela Islam Yanto Pribadi, 40 tahun, tewas akibat luka pukulan balok kayu di kepalanya. Yanto sempat koma tapi kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM, Jakarta sekitar pukul 08.30 WIB, Sabtu (12/6). Korban lainnya adalah Hery yang mengalami luka berat, dan dua lainnya yakni Nurdin dan Yaki mengalami luka ringan.

Jafar mengatakan, ratusan aparat yang berada di lokasi tidak dapat melakukan tindakan atas aksi amuk massa itu. “Mungkin, aparat dari kepolisian ada juga yang dibayar Yadika,” ungkapnya. Dan bila sampai besok Senin (14/6) polisi tidak berhasil menangkap otak penyerangan itu, massa FPI dari Jakarta dan Jawa Barat akan mendatangi Polres Karawang pada Selasa (15/6) mendatang,

Dihubungi terpisah, Ketua DPP Pusat FPI Dr Hilmi Bakar mengatakan, para pengunjuk rasa yang tergabung dalam FPI tidak melakukan penyerangan gedung sekolah dan tidak masuk dalam daftar tersangkadi Polres Karawang.

Tetapi, anggota FPI menggelar aksi demonstrasi karena pembangunan gedung sekolah terus dilanjutkan. “Ini aksi yang kedua kalinya,” katanya. Aksi dilakukan bersama-sama warga di Karawang. Korban jiwa termasuk yang luka-luka adalah anggota dan simpatisan FPI.

Sementara itu, dari Karawang diberitakan bahwa pembangunan sekolah dilanjutkan karena PTUN telah memenangkan gugatan pra peradilan atas kebijakan bupati untuk pembangunan sekolah untuk tingkat SD,SMP dan SMA Kristen itu.

Untuk lebih jelasnya saya sertakan link dibawah ini untuk memperluas wawasan tentang  YADIKA.

http://swaramuslim.net

http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/03/17/pelanggaran-spb-2-menteri-di-sumedang/

http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=A1698_0_16_0_M

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/06/13/brk,20040613-07,id.html

dan banyak lagi…

Saya hanya prihatin atas saudara saya yang jadi korban gedung tsb.

Untuk semua Ummat Muslimin mari kita rapatkan barisan untuk menghadang pemurtadan, karena kalau bukan kita, siapa lagi..!!??

Wassalamu ‘alaikum…..

Silahkan anda berkomentar untuk kemajuan Blog ini...... Kalau ada link yang gak aktif, mohon untuk memberi tahu saya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s